Tampilkan postingan dengan label Coffeelosophy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coffeelosophy. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Kopi Pahit

















...dan kau pun tertunduk.
Memandang hitam nya kopi.
Memaksakan untuk menyerap semua kehangatan
dari cangkir yang kau pegang erat di tangan mu.

Kasih,
akan kah kau ungkapkan semua kekhawatiran,
semua harapan, dan semua yang kau percayai dalam hidup ini.

andai kau bertahan sebentar lagi,
bertahan bersama ku,
dan mungkin kita akan temukan jalan yang lain untuk bahagia.

dan semua ketakutan ketakutan yang berlebihan itu,
hanya mendatangkan penyesalan.

Minggu, 23 September 2012

Pertanda











Secangkir, kopi pekat,
membuat ku terjaga, bersama malam,
dan semilir angin kemarau,
yang lelah berkelana,
hening.

Kesendirian ini,
membuat ku berfikir,
akan kegundahan ku,kegelisahaan ku,
dan makna dari setiap pertanda yang Sang Maha sebar di sepanjang jalan hidup ku.

Aku ada,
Keberadaan ku juga sebuah makna,
yang menjadi pertanda akan keberadaan mu


Percakapan di Warung Kopi

Di suatu senja, ketika hujan turun di bulan Januari.

Coffee Freak: “ Beughh ini kopi pahit banget”

Coffee Lover: ” Kalo pahit tambah gula lah, gitu aja kok repot”

Coffee Freak: ” Beughh, Justru pahitnya kopi yang bikin nikmat”

Coffee Lover: ” owhh I see”

Coffee Freak: ” Btw banyak orang yang meng-gilai pahitnya kopi, bahkan beberapa orang “suci” mengharamkan gula dalam cangkir kopinya, tapi kok ngak ada yang mau merasakan pahitnya kehidupan.”

Coffee Lover: ” Hemm , soal nya pahitnya kehidupan gak bisa diminum, haha, kalau kopi kan di minum, rasa pahitnya pun hilang setelah kita telan. Hemm mungkin pahit nya kehidupan juga harus kita sesap seperti kita minum kopi ya”

Coffee Freak: ” Owhh I see”


Cappucino

Ada hari - hari lalu disaat kita masih bersama,
menyesap secangkir cappucino jadi begitu nikmat
walau pahit, namun yang kurasa adalah hangatnya cappucino, 
lembutnya cream, dan harumnya taburan kayu manis 
menjadi suatu kesatuan yang begitu nikmat

sore itu, kala angin sore berhembus,
membuat rambut mu terurai

gula yang tersedia tidak sesendok pun aku tambahkan, 
padahal biasanya aku tidak begitu suka rasa pahit, 
seperti setiap orang yang tidak mau memiliki percintaan pahit, 
namun saat itu saat ku sesap secangkir cappucino , 
indra perasa ku merasakan nikmat, 
hatiku merasakan hangat, 
mungkin karena ada dirimu di sisi ku.

dan acara sore yang biasa di coffee shop itu jadi begitu istimewa.

aku benci mengatakannya,
namun waktu pun berlalu, 
hari berganti dan 
damned my dear, mengapa juga perasaan hati mu berganti?

aku mencari - cari di sudut binar - binar mata mu yang menatap ku, 
adakah sedikit sisa cinta terpancar untuk ku?

sore ini, saat seharian matahari bersinar terik, 
menyisakan debu yang terbawa angin, 
kembali ku sesap secangkir cappucino, 
berharap ada kenangan yang memberi rasa manis, 
namun,
pahit yang terasa benar - benar nyata, 
cream yang membuncah tak lebih dari rasa hambar, 
dan aroma kayu manis membuat rasanya menjadi kacau, 
atau ...
sebetulnya hati ku yang kacau?

sesendok demi sesendok  gula aku tambahkan, 
namun tak kunjung ku rasakan rasa yang kurasa saat itu.

rasa disaat kita bersama.


Sabtu, 26 November 2011

KOPI HITAM

SADARKAN DIRIKU
DARI RASA KANTUK YANG MENGGILA
YANG TAK KUNJUNG SADAR DARI MIMPI DAN ANGAN
DARI RASA SAKIT DAN PEDIH
YANG TAK KUNJUNG BERAKHIR DAN BERGANTI 


PAHITNYA KOPI ADALAH NIKMAT
NAMUN PAHITNYA RACUN ADALAH KIAMAT
ANDAI SAJA KAU RACUN DENGAN RASA YANG BEGITU SEDAP
INGIN SEKALI KU REGUK 


DINGIN
SURAM
KELABU
DUNIA KU